Pecah dan Perintah

29 Apr

1. Untuk Pejuang Muda

.

Lumumba mati

Dia menuntut persamaan…

.

Kenneddy pun mati

Dia mengimpikan keamanan…

.

Lama dulu Hussain juga mati

Terbunoh, di Karbala, mempertahan kedaulatan…

.

Sedang Jebat turut kecundang

Di tangan sahabat, menentang kezaliman…

.

Dan berita ini kukhabarkan kepadamu

Kerana aku tidak mahu kau mati

Biarpun kau hamba kebenaran…

.

Namun janji-Nya kita semua meniti hari

Dan mati adalah sesuatu yang pasti

Biar dia seorang yang bernama

Soal kubur kita serupa…

.

Kerana kau seorang pemikir

Ketegasan dan keberanian adalah perlu

Kemarahan selalu saja hampir, melihat

Ayam mati di kepuk padi…

Itik kehausan di air tenang…

.

Namun perjuangan itu jalannya sukar

Penuh darah dan airmata

Sedang orang sabar terus subur….

Dan memang jika namanya pejuang

Satu hari kau pasti menang

Syurga milik syuhada…

.

Dosakah marah menentang bathil?

Pahalakah diplomasi memenangi hati?

Lenakah tidur, mulut berkata ‘ya’ dada sesak menyebutnya?

Sedang adik-adik pasrah dengan ketentuan pengurusan

Hati sedih merintih gagal mengapai simpati mereka

Ah, siapalah kita kalau tak kenal Balesteros dan Niklaus…

.

Rugi diikut resmi dian

Fitrahnya membakar diri

Antara pangkat dan rasa hormat sang majikan

Terselit sekelumit pengharapan orang bawahan

Namun pilihlah anak-isteri dan ibu tercinta

Hidup matimu biar untuk mereka…

..

.

2. Apa Khabar Bos?

..

Firaun mati

Bongkaknya meniup badai

Hartanya bukan perisai…

.

Hitler juga mati

Niat buruknya berkecai

Tenteranya bercerai-berai…

.

Marcos juga sudah mati

Ah, bukankah dia dulunya pejuang kemerdekaan?

Peradapan manusia lupa pencipta-Nya

Dari segumpal tanah kita datang

Akan ke tanah juga akhirnya

Sedang rakyat seperti gunung berapi bunting lava

Menanti saat untuk memuntahkan laharnya

Dan sejarah tak pernah dusta…

.

Lupakah janji Tuhan?

Kun fa ya kun… singkat perintah-Nya

Gunung kekar runtuh, maka runtuhlah…

Ribut Greg, kejatuhan Ringgit dan Sang Saka

Sekelumit peringatan-Nya,

Kembalilah ke pangkal jalan…

..

.

3. Silakan Yang Berhormat, Junjung…

.

.

Lahir kita telanjang

Mati dibalut kafan…

.

Di puncak jaya

Rumahmu tersegam megah

Halaman luas cuma ada bonsai dan anggerik Saleha

Tanpa batas cabi, tanpa batas sawi

Bukti hakikat, keberhasilan diri

Serta tidurmu didodoi santri…

.

Sedang 300SELmu derumnya menggerunkan

Lambang status, aku orang besar

Dan harus dibesarkan…

.

Shah Iran dengan Savaknya

Juga Hitler dengan kekuatan Gestaponya

Napoleon dan Genghis Khan

Semua hancur dalam keangkuhan…

.

Hidup ini terminal

Tempat singgah, menanti tujuan asal

Hakiki dan kekal abadi…

Sedang setiap langkah diperhitungkan

Rasau bagimu bukan masaalah, ya memang

Siratal Mustaqim nanti bagaimana cerita?

Perlukah Merc yang hitam berkilat warnanya?

.

.

4. Yang Bergelojak Jiwanya

.

Di belakang Ceasar terpacak pisau Brutus

Dan cerita sebegini, akan berlanjutan terus…

.

Sejarah kita parah

Jangan dilupa ‘pecah dan perintah’

Penyakit kita paling ketara, PHD…

Sayang…, itulah tiket ke neraka…

.

Perlukah jadi dedalu?

Suksess kebetulan cuma, jangan diburu

Sedang rezeki hak Tuhan, Allah Azza Wajalla…

Yang bulat datang bergolek

Yang pipih datang melayang

Berkiblatlah pada qadak dan qadar-Nya…

.

Kalau pun memang jawatan atau sesuatunya jadi igauan

Jangan digapainya cara Brutus

Meniti ke puncak jaya

Berbaloikah di atas derita mereka…?

.

Jika kau berpaut pada awan…

Pasti jatuh, sebelum awan itu sendiri bercerai berai…

.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: