Seusai Pertemuan Sasterawan Nusantara ke-15

23 Dec

Upacara penutup PPN XV pada hari Ahad, 13hb. Disember, 2009. Banyak peserta yang pulang pada hari yang sama dan sebahagian pada hari berikutnya. Seorang peserta, Drs. Viddy AD Deary tetap betah berada di Negara Brunei Darussalam.

.

Saya mula mengakrabi beliau semasa menyertai acara ‘The First International Poetry Festival Medan 2007’. Beliau teman yang baik untuk diajak ngobrol. Biarpun bukan seorang perokok, asap dari rokok-rokok kami tidak pernah mengurangi keikhlasan canda guraunya.

.

Dan aku agak terkilan kerana tidak dapat membalas keakrabannya sewaktu di Medan dulu apabila beliau berada di NBD. Kebetulan sekali aku pada saat PSN XV berlangsung, sedang berhempas-pulas mengendalikan kursus intensif bagi mempersiap calon warganegara menghadapi Ujian Bahasa Melayu pada 13hb. Disember, 2009. Seusai Ujian tersebut, aku terpaksa berada dekat dengan isteri tercinta yang sarat mengandung dan menurut perkiraan Doktor akan melahirkan pada tanggal 17 haribulan. Alhamdulillah, Drs. Viddy memahami hal tersebut.

.

Dan malam sebelum beliau pulang, aku sempat juga ketemunya. Kami makan malam di Aneka Rasa bersama antara lain, Zefri Ariff, Adi Swara, Shafie Mostar, birasku Azizi dan beberapa orang lagi. Acara yang sangat santai dan mengasyikkan…

Drs. Viddy AD Deary, penulis novel sejarah hot seller - Pendekar Sunan Drajat

Semoga lambaian mesra dan senyum manismu ini pertanda ada kenangan manis yang bakal kau bawa pulang bersama...

Berkesempatan ngobrol dgn seorang pak polisi

Dipanggil petugas RBA utk menyelesaikan sesuatu...

Rupanya, sungguh malam bertuah bagi Drs. Viddy.. Tiket beliau dinaik taraf ke kelas bisnes... Suka benar dia...🙂

Selamat jalan sobat. Semoga keberadaanmu di Brunei Darussalam buat pertama kalinya ini bisa menimbulkan sebuah kesan yang cukup mengesankan betapa dalam kekerdilan kami di sini, masih ada nilai-nilai murni yang tersisa… Semoga saja persahabatan dua negara kekal mesra terjalin hingga keakhirnya…

.

Dan yang penting, nggak  ada secuil pun kemungkinan  ‘buluh runcing’ dipersiap untuk warga kami… Hehehe…

2 Responses to “Seusai Pertemuan Sasterawan Nusantara ke-15”

  1. Swidi 30/12/2009 at 4:31 pm #

    Menyimak wajah foto-foto Viddy AD, saya duga dia enggan pulang balik ke kampung halaman. Kenapa? Boleh jadi dia takut menghadapi kenyataan bukunya kalah laris dibanding buku MEMBONGKAR GURITA CIKEAS karya George Junus Aditjondro.

    • Choy 31/12/2009 at 7:09 pm #

      Makanya kamu di Indonesia nggak pernah bisa aman bung… Jangan biarkan satu titik hitam di hati kamu menguasai emikiran kamu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: