Bicara Tentang Perang

30 Jul


kita merasa sedih

membicarakan kematian itu

mengutuk musuh

dari bilik berhawa dingin.

.

belasungkawa silih berganti

bersama tibanya body-bag kaku

“dia seorang pahlawan…”

demikian katamu di depan sang balu.

.

nyawa yang mereka pertaruhkan

demi sebuah maruah. Keangkuhan

Jendral tak pernah tumpas

dan cerut yang tak lepas di bibir.

.

darah yang tersimbah

pencuci noda manusia tamak haloba

diiringi derai airmata mereka yang ditinggalkan

masa depan yang semakin kelam.

.

keperitan kesan perang itu memang tak terfikirkan

selagi kita tetap asyik keenakkan mendengar dentum mesingan

menghargai kematian dengan kiriman bunga-bunga

takziah dan mimik sedih yang terlalu dibuat-buat.

.

kematian itu memang sudah tidak ada untuk pejuang

bagi mereka hanya ada kehidupan di hari kemudian

tangisan anak yang kehilangan ayah

dan pertanyaan yang tak kan mungkin bisa terjawab.

Telanai, 12.49 pagi, 12 Jun 2003

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: