Pada Saat Aku Mati

25 Jul

Dalam gurau-senda malam ini

Tak sedar mungkin Izrail sedang menghampiri diri…

Akan sempatkah berita itu kukhabarkan?

Pada anak-anak…

Pada kakak, abang dan adik…

Pada kekasih dan handai-taulan…

Atau mungkin aku tergeletak seorang diri…?

Dalam hening subuh berulit mimpi

Tak sedar mungkin Izrail sudah ada di sisi…

Dalam imankah nanti aku mati?

Syahadahkah penutup kata,,,

Zikir dan tahmidkah memenuhi dada…

Bacaan surah Yassinkah yang bakal berdendang di telinga…

Atau hanya keluh-kesah menghadapi sakratul mautnya…?

Kulli nafsin za iqatul maut” memang sejak lama kutahu

Inna lillahi wa inna Ilahi rajie’uun” sering bermain di bibirku…

Pertanyaan yang tak bisa akan terjawab

Aku cuma redha dalam hening doa yang mengharap

Menghadapi kematian dalam ihsan dan limpah-rahmat-Nya

Menjejaki sang Ayah berhimpun bersama syuhada…

Kg. Telanai, 5.17 pagi, 7 April 2004

10 Responses to “Pada Saat Aku Mati”

  1. Maren Kitatau 25/07/2009 at 6:35 pm #

    Ya! Pak!
    Akan semakin banyak pertanyaan di ujung hidup.
    Semua pertanyaan itu mungkin takkan terjawab.
    Satu demi satu perlu ditelusuri mengenai mati.

    Dari statistik dan pengamatanku,
    Mengapa orang paling banyak mati hari Senin?
    Dan org-org bertuah kebanyakan mati hari Jumat.

    Salam Kenal!

    • Choy 25/07/2009 at 10:45 pm #

      Salam kenal kembali. Trims🙂

      Kalau saya masih boleh memohon, supaya dimatikan di hari lain selain Isnin. Isnin ada istilah bule “Monday Blues’ Pak. Semua lagi cemberut, lebih-lebih yang tak kebahagian isteri. Hehehe…

      Ada orang bilang, kalau mati Senin akan ke neraka. Ada-ada saja itu orang. Sok tau…🙂

      Apa pun juga, berdoalah banyak-banyak selagi ada kesempatan agar kematian kita wajar-wajar saja… Amin…

      • Maren Kitatau 26/07/2009 at 12:58 am #

        Kalau aku pinginnya mati keren, Pak!
        Tapi mati keren itu kayak apa, aku tak tau.
        Aku sekarang sedang ancer-ancer matiku.

        Ku tau, lahir kita alamiah,
        Mati kita kudu rohaniah lah.
        Lahir kita nggak kita mengerti,
        Mati kita kudu dimengerti lah.

        Salam Damai!

        • Bro Choy 26/07/2009 at 1:17 am #

          Soal mati emangnya kita nggak bisa memilih bung. Itu kan udah dijanjikan, sedetik tak bertambah, sedetik tak berkurang…

          Soal sorga neraka, bukan urusan kita, ya kan bung?

          Salam damai – salam bersatu🙂

          Trims kerana sudi mampir🙂

          Wassalam

  2. Jimmy 26/07/2009 at 12:52 am #

    Salam Cegu,

    Tumpang lalu, mencari bahan untuk membaca dan menambah lagi ilmu, insyaAllah. Apa kabar Cegu? Mudahan sihat walafiat, amin.

    Bole sharing pendapat? hehe…tidak ada hari yang tidak baik, kan semua ciptaan Allah swt…i recall this from past experience where a friend of mine who has this tendency to “pilih hari”…giving me advise or rather telling me about the “days” for certain undertakings…unfortunately an untaz was in d ofis wif me, n he reprimanded my fren for saying dat as I am a new so called “saudara”…jgn kena salah ajaran konon nya lah…hahaha

    yes, jgn sekali kali lupa sal “mati”…perhaps dat way we wud b conscious of our doings in our daily errands of life, i guess…

    Oh yeah, like d “death note” part…creative eh..:)

    Have a great weekend, Cegu.

  3. Bro Choy 26/07/2009 at 1:30 am #

    Hai bro (Tuan)Jimmy,

    Ngam tu bro, memamg pada dasarnya semua hari sama🙂
    Tapi, dalam sama, ada yang tak serupa🙂

    Kita ada malam yg sgt2 istimewa, yg disebut Lailatul Qadar🙂
    Bila berdoa segala macam kita selalu memilih malam Jumaat🙂
    Mandi bunga, malam Khamis klewon. Hehehe…

    Hanya jauhari yg mengenal manikam bro (only Johari knows Manicam). Ustaz2 akhir zaman ani, bukan jua kan dipercaya banar, mun ganya alim pasal gaji. Mufti kitani sendiri pun ada tampatnya tinglor.

    Kitani liat saja macamana keadaan sesorang atu mati nanti… Nau dzu billah himin dzaliek…

    Yang penting, hati – niat – dan keikhlasan kitani dalam berbuat sesuatu. Allah Maha Tahu🙂

    Pasal Death Note, ulih mengakas di internet jua tu bro, masa sakit gigi…
    Mari kita tengok siapa yang kena… Hehehe…

    Wassalam

    • Jimmy 26/07/2009 at 3:07 pm #

      Salam Cegu,

      U never fail 2 impress me…like d part u mention sal alim sal gaji, well, dah jadi lumrah kan zaman moden ani….semua walk of life ada2x saja niat masing2x…betul cakap Cegu tu, yg penting niat tani sendiri, setuju 100%. hahaha…

      It’s Sunday today, it is a gloomy morning ere bisng lagi oang dluar ani kuai kuai. Bah Cegu, enjoy d Sunday, will drop by lagi 2 read ur blog…:)

      Wassalam

      • Choy 27/07/2009 at 11:59 am #

        Hi bro Jimmy,

        Sambung pasal alim ani bro, ari atu aku becakap dgn sepupu yg tedapat ‘bedilulang’ dahinya oleh malarnya solat. Umurnya alum 40.

        Ku beritau ia, ayah sesudah umurnya 40 dulu, nda tinggal waktu, ditambah lagi qada 5x sebelum & 5x sesudah, setiap waktu yg dilakukannya. Belum termasuk solat sunnat, insya Allah 55x ayah solat setiap hari. Tapi, nda jua bedilulang dahinya.

        So, ku tanya sepupuku atu, “kau gasa2kan kah dahi mu waktu kau sujud? supaya timbul bedilulang atu?”

        Ku tambah lagi, ” dalam kubur karang, malaikat teliat bedululang mu atu ada label Made In China…” Hehehe…

        Dahi u nda bedilulang kan bro? Kalau pun ada, mudah2an ‘natural’ timbulnya…🙂

        Terima kasih atas sambutannya bro. Datang tah lagi. Komen2 u boleh jadi pencetus minda…

        Selamat berhari Isnin. Semoga minggu ini indah buat mu sekeluarga, amin…

        • Jimmy 27/07/2009 at 3:43 pm #

          Salam Cegu,

          Hahaha…aku suka yg “Made in China” atu…membari ketawa saja ku baca. Banr jua, aku pun dulu berpikir camna oang dapat bedilulang atu…pikir oang shaolin saja yg ada 9 titik saja…hahaha…dan jua ku pikir durang pakai 50cent untuk gasa supaya dpt trademark atu…hehehe…

          cegu, aku nada trademark atu…hahaha…alim pun …ermm…kalo alim banar ada baik jua…tapi aku ani dkata oang “teruk” punya…nvr mind lah asal semua hapi all goes well lah.

          Happy go lucky, Cegu…life is too short….maju terus hahaha

          • Choy 27/07/2009 at 6:04 pm #

            LOL…

            U ani, kambuh tah karang ulah ku di Bruclass dulu2 atu ni… Hehehe…

            Tapi bro, kalau mau lakas tedapat bedilulang di dahi, rajin2 solat di Jame’ di luar waktu Jumaat, solat atas karpet. Kasar hantap karpetnya sana atu. Ngingis dahi ku sujud… Sikit lagi bedilulang dahi. Terpaksa tah ada doa ‘extra’ kemudiannya, jgn sampai kakal ‘hitam’ di dahi atu. Karang kebalikan. Hehehe…

            Dunia akhir zaman bro. Jangan sampai kita tergolong manusia yg banyak beramal di dunia tpi bankrap di akhirat🙂

            Yg penting hepi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: