Baginda Sudah Tidak Lagi Ketawa

19 Jul

kembali dari menghadap-Nya di Arash sana

setelah bicara dengan Musa, Ibrahim dan Isa

permohonan termakbul solat lima waktu sehari saja

dan kesempatan mengintai neraka…!


perjalanan di waktu malam

pekat…

menyeramkan…

berteman malaikat

namun tetap dibasahi keringat…!


Masjidil Haram – Baitul Maqdis, selangkah cuma

kuda bersayap? Ah, jangan bikin aku ketawa

zat Allah…

makrifat-Nya…

kun fa ya kun singkat perintah-Nya…

upaya Maha Pencipta


dari Yaman ke Pelastin suatu waktu dulu

istana Balqis dapat dipindah mereka sekelip mata cuma

dan Sang Ratu tunduk, patuh pada keesaan-Nya

senyum Sulaiman pada Hud-Hud yang turut ketawa…


namun, ketawa itu hilang dari diri Baginda Rasulullah

lidah yang digunting bercantum dan digunting terus

kepala hancur dihempas ke batu bercantum dan dihempaskan lagi

daging busuk yang dipilih untuk dimakan bersama hanyir darah dan nanah

cukup meloyakan. Menakutkan. Mengerikan…

balasan bagi umatnya yang kufur nikmat

bagi tangan-tangan yang di atas dan di bawah

pengadu domba, penzina dan pengamal riba…


syurga Allah tetap untuk Baginda

namun, saking takutnya hingga tak lagi mampu ketawa

sedang kita yang akan meniti Siratal Mustaqim

tetap terus ketawa keasyikan

berdekah-dekah bagai nak membelah dunia…!


ayo, ketawalah sepuasmu selagi termampu…

sebelum ajal menyapa di muka pintu kamarmu…!

Telanai, 8 November 2002

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: