Inilah kita Sebenarnya. Dulu Dan Sekarang Ceritanya Sama

26 Jun
Bersama Datuk A. Samad Said

Bersama Datuk A. Samad Said

.

.

Jika setuju mengapa menggeleng?

Takutkah atau malu sebetulnya?

Ketidak-pastian?

Kepura-puraan?

Atau saja ingin menjaga hati?

.

Kalau enggan mengapa mengangguk?

Takut periuk nasi tertumpah?

Demi persahabatan?

Demi kesetiaan?

Atau sememangnya sifat baculmu?

.

Kitakah Hydra?

Dewi suci

Satu badan enam kepala

Personaliti berbagai

Dua dalam satu…

Satu dalam seribu…

Seperti tercatit di metos Yunani purba itu…

.

Kita terlalu gemar berdolak-dalik:

–         Pahalakah itu?

Tidak ingin berterus-terang:

–         Pahalakah itu?

Menidakkan kebenaran:

–         Pahalakah itu?

Dan menentang kebathilan kini sudah menjadi dosa…

.

.

.

Telanai, Januari 2003

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: