(catatan buat isteri tercinta, Ulfa, sempena tiga tahun usia perkahwinan kami)
.
.
i
setiap detik yang berlalu. Aku tahu
menghampirkan aku ke liang lahad itu…
.
syukurku kepada-Nya. Menganugerahi nikmat
meniti hari-hari terakhirku bersamamu…
.
.
ii
hari ini genap tiga tahun kebersamaan kita
kebahagiaan terserlah dengan kaletah Batrisya
- puteri yang kau hadiahkan
- dan putera yang sebentar akan datang
pengikat kasih-sayang
yang kupasti tak pernah akan padam.
.
kasih-sayang yang kautunjukkan padanya
juga perhatian mereka. Mengundang hiba…
.
Sungguh. Kalau besok maut menjemput kudatang
aku akan pergi dengan senyuman…
.
.
iii
sejenak saat itu menyaksikan deritamu
bergelut dengan maut saat melahirkan
menyambung zuriat ahlul-baits. Dalam redha
dan menyedari kerdilnya diri…
.
.
iv
sesungguhnya, kalau besok aku dipanggil-Nya pulang
aku redha. Kuyakini sepenuh hati. Kasih-sayangmu pada mereka
yang terus subur. Membimbing dan mengasihi mereka. selamanya…
.
dan aku tahu leluhur budi datuk dan nenek mereka
yang turut menumpahkan sepenuh kasih-sayang
- pendidikan al-Quran
- dan tunjuk-ajar tentang erti kemuliaan.
.
.
v
namun, aku akan terus memohon kepada-Nya
memberi izin untukku turut menyaksikan
anak-anak kita membesar. Hingga mampu berdiri sendiri
cekal dan tabah. Menghadapi masa depan yang semakin gundah.
.
dan aku pun terus ingin menikmati erti kasih-sayang
- menyelami lubuk cintamu. Membahagiakan
- mendengar tawa-tangis mereka. Yang mengasyikan…
.

























Recent Comments