
Dunga

















Brought Batrisya to Jerudong beach today – the place I used to go alone when I was still a teenager. I love being there by myself up until now – everytime I feel like being alone, watching the sunrise. Jerudong beach was much better place before with all those coconut trees along the shore and all those fishermen huts surrounding it. I missed those ‘seagulls’ now. I can’t even see one already…

Camar Putih

Batrisya with Umi's loving tender care


I hope she would grow up loving the beach too...

She was missing her afternoon nap

She was quite easy to comfort



With her nanny

Batrisya trying to befriend a stray cat

Got herself a new found friend

My lovely wife, Ulfa, now pregnant with our second child, due in December



And managed to take to take some sunsets shots as well…











.
.
muka 1:
titah dan perancanaan bijak Kebawah Duli
penghapusan pengangguran bersistematik
anak-anak kera di hutan yang disusukan
sedang graduan UBD terasa gundah tidurnya
makan tak lalu, kenyangnya bila?
dan mandi yang tak basah…
hari ini, sesuap nasi sudah terasa betapa mahalnya
anak-anak muda bakal lupa diri:
budaya songsang dirangkulnya
untuk terus hidup:
sedutan nafas sudah perlu bayarannya
hatta, penyudah hajat:
perlu disediakan syilingnya…!
.
semacam tidak mudah untuk dipercaya
bertelur di kepuk padi seekor ayam tersungkur mati…
di mana nian kamu wahai para cendikiawan?
enaknya duduk di kerusi empuk
nasib anak bangsa mahu di kemanakan?
gaji beribu dan keenakan main golf di JPGCC
megah bicara tentang nilai budi…
.
dan kamu orang berdasi yang sibuk
40 ribu membuat kau manusia kaku
pinjaman sejuta tentunya tanpa bunga
suaramu di mana?
hanya untuk mengajuk suara Baginda?
seperti tiong berkalong emas di tengkuknya…
sedang rakyat seperti gunung berapi bunting lava
menanti saat untuk memuntahkan laharnya…!
.
.
muka 2:
sepuluh jari ditadah, memohon pada Ilahi
kekerasan dihadapi demi sebuah reformasi
kekejaman pemerintahan kuku besi
lapanbelas tahun bertakhta
masih ingin terus bertakhta lagi
langit yang hendak ditongkat
direstui para malaikat…?!
.
“aku tak dapat terima usul kamu” katanya singkat
“polis, tentera setia di belakangku”
sedang pembangkang cuma ada tasbih dan doa…
“tanpa gillettee Muhammad berjanggut”
teruslah berdoa, kerana aku juga ulama
yang ulung dan terbilang
kerana akulah maha segalanya…
“dan kerjaku belum selesai…
lupakah pada isak tangisku dulu…?”
.
sedang Datuk Seri biar terus jadi faktor penentangnya
orang Melayu, bangsa yang mudah lupa
esok, lusa, orang sudah tidak mengingatinya
reformasi dokongan kapitalis
punca kehancuran sebuah pancasila
akan hilangkah Melayu di dunia…?
.
.
muka 3:
bicara tentang perusahaan kecil dan sedarhana
siapakah yang kecil, dan siapa pula sedarhana…?
modal berjuta-juta, simpanan puluhan ribu interestnya
ada bangunan pencakar langit, ada hotel, ada Jaguar…
ada driver, ada tukang kebunnya dan amah lima…
Rolex King disalut intan permata
kasut dan kot berjenama Dunhill
namun berbangga dengan status pengusaha kecil…
dan aku merasa kelucuannya…
.
sedang para pemandu teksi marah-marah
periuk nasi mereka sudah tertumpah
dek pengusaha hotel yang rakus ambrah
dengan teksi haram jenama Mercedes dan Volvo
memapat pendapatan yang lebih separuh
lima belas ringgit sehari:
sedang anak-anaknya masih menyusu lagi…
di mana kamu nasionalis bangsaku?
.
.
muka 4:
2001:
Tahun Melawat Brunei, termaktub sudah
seorang ibu tua, anak dan kakak kandungnya
berbangsa Filipina, Islam agama anutannya…
berbahagia merapati dermaga Serasa
penuh syukur menginjak bumi Melayu Islam Beraja
terkejut mereka kemudiannya:
pasport dicop 24 jam saja…
konon Brunei negara kecil
maka tindakkan justified jadinya…
.
aku pun ketawa semahu-mahunya…
persembahan dan nyanyian diharamkan…
di manakah dihumban nilai budaya tercinta…?
siapa bisa kenal Alus Jua Dendang
serta pendiangdangan yang semakin kesunyian
Kris Dayanti dan Anang bakal tak dikenali lagi
kita haramkan segala bentuk bunyi
melalaikan memang, dan berpeluk keasyikan
pergaulan bebas dan maksiat tanpa batas
namun terhalal juga bila dianjurkan putera
ulama kita apa cerita…?
.
sedang pelancong terpingga-pingga
khazanah negara melimpah di tempat mereka
bangunan pencakar langit, IBB
bukan tandingan Petronas Twin Towers, pasti…
sedang Empire biar berapa bintang sekalipun
Sutera Harbour di dekatnya
tandingan abadi, aduh, murah lagi…
.
.
epilog:
dan aku baru mengerti erti kecewa
si manis 17 yang mesra menyapa
allahu akbar jelas di bibirnya
kegembiraan menyambut kelahirannya dulu
setelah satu ketika tertumpah darah
perjalanan terasa payah
Merentasi jerjak-jerjak besi pemisah
tidur yang tetap terasa gundah
mimpi tak kesampaian
hati terus bernanah
marah tak terpujuk
impian murni turut punah.
.
sedang orang berdasi sumbang senyumannya
kumpullah harta selagi terdaya
seperti telur di hujung tanduk
resah dalam suka…
menangis dalam ketawa…
takut hilang martabat
bersenandung lagu ‘Kita Serupa’.
.
dari rakyat kepada rakyat untuk rakyat
kita bangunkan sebuah kota kasih sayang
Brunei Darussalam yang bahagia…

28th. June 2009 Jerudong beach sunset
.
![]()
Aku tidak akan bicara tentang merdunya kicau burung
Atau betapa menakutkan burung hantu yang terbelalak matanya
Kerana mereka berdua adalah mimpi burukku…
yang akan membuat aku ketawa semahuku…
.
Ingatkah kau dara nan manis:
Pada sapa mesra kita yang diatur mereka
Kesangsian yang mengharap:
Leburnya dingin semalam
Dan sepi yang mencekam!
Ketidak-pastian yang diharap:
Timbulnya bunga-kasih
Pada malam-malam tersisih
.
Dan mengggelinjang amarah kita
Aku – Minyak
Kau – Api
Hangus terbakar bersama…
- Bukan salahku
- Bukan salahmu
- Bukan salah mereka
Keegoan kita, ya keegoan kita…!
Kesilapan teknik Maha Pencipta?
Bagaimana mungkin…?!
.
Ah, sudahlah, bisik hati kecilku mesra
Ya, sudahlah, pendek jawabmu terpaksa
Kerana antara kita
Nothing, really nothing to remember!
- aku tidak mahu mengingatkan kesombonganmu
- kau kuharap pula akan melupakan keangkuhanku
- kau tercari-cari mana perginya hatimu…
- aku tercari-cari harga-diriku…
.
So, lets forget to remember
Or, shall we, remember to forget…?!
.
.
Telanai, 27 Julai 2002


I have created a new blog for SSS on-line tuition (please refer to my blogroll, ON_LINE TUITION). This is created specially for those PR’s residing outside Brunei who have plans to return to Brunei in the future, to this country, Abode of Peace, where they truly belong. This is not a profit making blog. Everybody is welcome. When I say everybody, it is truly for everybody.

My past and present (maybe future) students are always welcome to use this blog as means of communication/s between us, hoping that what they studied ‘earlier’ can be remembered forever.

To my future ‘distant learning’ on-line student/s – the system is made simple. Just click ON-LINE TUITION on ‘my’ blogroll, and goto the relevant section/s which interest you. I have posted some study materials in almost each of every section listed, namely: contoh soalan lepas (PASS PAPER); melayu islam beraja (MALAY ISLAMIC MONARCHY); kabinet (CABINET); peribahasa (PROVERBS); karangan (COMPOSITION), pemahaman (COMPREHENSION); and so on. I will add more sections in the near future. You can ask the question through the ‘comment’ column.

BUT, as a friendly reminder, do not politicize this blog. I can be very vocal at times. And, stupid questions will get stupid answers from me

I am looking foward to Wasabi (in Canada?), my on-line buddy during our stints in www.bruclass.forum many years ago. I would love to meet Joanna, FlyGuy, TryBru, X-Men, Siang Malam and Raven too. Majapahit has now become my nephew, through his marriage to my 1st. cousin’s daughter. I really missed ‘our’ sometimes ‘heated’ moments together. I also sincerely hope that Mr. Loh Mann Hoi (now in Perth, Australia), who used to be my section head in BSP’s SSU Procument Department, to be able to start his tuition here. I have sent him my ‘book’, but learning by simply reading through a book will always be not that easy.

I have been ‘assigned’ to help those unfortunate PR’s. This will be my 2 cents worth contribution to the country I love, Brunei Darussalam. I sincerey hope that more and more Bruneian PR’s will get their citizenship in the near future. We need YOU with the expertise you gain out there, to help us further developed our nation.

May Allah, God the Almighty give us the blessing. Let us move foward as ONE.

SALAM.
Sheikh Mansor aka JenGgo
Recent Comments