Archive | June, 2009

Viva Brazil…

29 Jun
Dunga

Dunga

Batrisya’s First Day Walk On The Beach

29 Jun

Brought Batrisya to Jerudong beach today – the place I used to go alone  when I was still a teenager. I love being there by myself up until now – everytime I feel like being alone, watching the sunrise. Jerudong beach was much better place before with all those coconut trees along the shore and all those fishermen huts surrounding it. I missed those ‘seagulls’ now. I can’t even see one already…

Camar Putih

Camar Putih

Batrisya with Umi's loving tender care

Batrisya with Umi's loving tender care

I hope she woulg grow up loving the beach too...

I hope she would grow up loving the beach too...

She was missing her afternoon nap :)

She was missing her afternoon nap :)

She was quite easy to comfort

She was quite easy to comfort

With her nanny

With her nanny

Batrisya trying to befriend a stray cat

Batrisya trying to befriend a stray cat

Got herself a new found friend

Got herself a new found friend

My lovely wife, Ulfa, now pregnant with our second child, due in December :)

My lovely wife, Ulfa, now pregnant with our second child, due in December :)

And managed to take to take some sunsets shots as well…


Berita Hari Ini

28 Jun

(Borneo Bulettin, Jumaat 23 Februari 2001)

.

.

muka 1:

titah dan perancanaan bijak Kebawah Duli

penghapusan pengangguran bersistematik

anak-anak kera di hutan yang disusukan

sedang graduan UBD terasa gundah tidurnya

makan tak lalu, kenyangnya bila?

dan mandi yang tak basah…

hari ini, sesuap nasi sudah terasa betapa mahalnya

anak-anak muda bakal lupa diri:

budaya songsang dirangkulnya

untuk terus hidup:

sedutan nafas sudah perlu bayarannya

hatta, penyudah hajat:

perlu disediakan syilingnya…!

.

semacam tidak mudah untuk dipercaya

bertelur di kepuk padi seekor ayam tersungkur mati…

di mana nian kamu wahai para cendikiawan?

enaknya duduk di kerusi empuk

nasib anak bangsa mahu di kemanakan?

gaji beribu dan keenakan main golf di JPGCC

megah bicara tentang nilai budi…

.

dan kamu orang berdasi yang sibuk

40 ribu membuat kau manusia kaku

pinjaman sejuta tentunya tanpa bunga

suaramu di mana?

hanya untuk mengajuk suara Baginda?

seperti tiong berkalong emas di tengkuknya…

sedang rakyat seperti gunung berapi bunting lava

menanti saat untuk memuntahkan laharnya…!

.

.

muka 2:

sepuluh jari ditadah, memohon pada Ilahi

kekerasan dihadapi demi sebuah reformasi

kekejaman pemerintahan kuku besi

lapanbelas tahun bertakhta

masih ingin terus bertakhta lagi

langit yang hendak ditongkat

direstui para malaikat…?!

.

“aku tak dapat terima usul kamu” katanya singkat

“polis, tentera setia di belakangku”

sedang pembangkang cuma ada tasbih dan doa…

“tanpa gillettee Muhammad berjanggut”

teruslah berdoa, kerana aku juga ulama

yang ulung dan terbilang

kerana akulah maha segalanya…

“dan kerjaku belum selesai…

lupakah pada isak tangisku dulu…?”

.

sedang Datuk Seri biar terus jadi faktor penentangnya

orang Melayu, bangsa yang mudah lupa

esok, lusa, orang sudah tidak mengingatinya

reformasi dokongan kapitalis

punca kehancuran sebuah pancasila

akan hilangkah Melayu di dunia…?

.

.

muka 3:

bicara tentang perusahaan kecil dan sedarhana

siapakah yang kecil, dan siapa pula sedarhana…?

modal berjuta-juta, simpanan puluhan ribu interestnya

ada bangunan pencakar langit, ada hotel, ada Jaguar

ada driver, ada tukang kebunnya dan amah lima…

Rolex King disalut intan permata

kasut dan kot berjenama Dunhill

namun berbangga dengan status pengusaha kecil…

dan aku merasa kelucuannya…

.

sedang para pemandu teksi marah-marah

periuk nasi mereka sudah tertumpah

dek pengusaha hotel yang rakus ambrah

dengan teksi haram jenama Mercedes dan Volvo

memapat pendapatan yang lebih separuh

lima belas ringgit sehari:

sedang anak-anaknya masih menyusu lagi…

di mana kamu nasionalis bangsaku?

.

.

muka 4:

2001:

Tahun Melawat Brunei, termaktub sudah

seorang ibu tua, anak dan kakak kandungnya

berbangsa Filipina, Islam agama anutannya…

berbahagia merapati dermaga Serasa

penuh syukur menginjak bumi Melayu Islam Beraja

terkejut mereka kemudiannya:

pasport dicop 24 jam saja…

konon Brunei negara kecil

maka tindakkan justified jadinya…

.

aku pun ketawa semahu-mahunya…

persembahan dan nyanyian diharamkan…

di manakah dihumban nilai budaya tercinta…?

siapa bisa kenal Alus Jua Dendang

serta pendiangdangan yang semakin kesunyian

Kris Dayanti dan Anang bakal tak dikenali lagi

kita haramkan segala bentuk bunyi

melalaikan memang, dan berpeluk keasyikan

pergaulan bebas dan maksiat tanpa batas

namun terhalal juga bila dianjurkan putera

ulama kita apa cerita…?

.

sedang pelancong terpingga-pingga

khazanah negara melimpah di tempat mereka

bangunan pencakar langit, IBB

bukan tandingan Petronas Twin Towers, pasti…

sedang Empire biar berapa bintang sekalipun

Sutera Harbour di dekatnya

tandingan abadi, aduh, murah lagi…

.

.

epilog:

dan aku baru mengerti erti kecewa

si manis 17 yang mesra menyapa

allahu akbar jelas di bibirnya

kegembiraan menyambut kelahirannya dulu

setelah satu ketika tertumpah darah

perjalanan terasa payah

Merentasi jerjak-jerjak besi pemisah

tidur yang tetap terasa gundah

mimpi tak kesampaian

hati terus bernanah

marah tak terpujuk

impian murni turut punah.

.

sedang orang berdasi sumbang senyumannya

kumpullah harta selagi terdaya

seperti telur di hujung tanduk

resah dalam suka…

menangis dalam ketawa…

takut hilang martabat

bersenandung lagu ‘Kita Serupa’.

.

dari rakyat kepada rakyat untuk rakyat

kita bangunkan sebuah kota kasih sayang

Brunei Darussalam yang bahagia…

28th. June 2009 Jerudong beach sunset

28th. June 2009 Jerudong beach sunset

.

Telanai, 23 Februari 2001

Rindu Tak Terungkap Dan Benci Tak Terucap

27 Jun

Aku tidak akan bicara tentang merdunya kicau burung

Atau betapa menakutkan burung hantu yang terbelalak matanya

Kerana mereka berdua adalah mimpi burukku…

yang akan membuat aku ketawa semahuku…

.

Ingatkah kau dara nan manis:

Pada sapa mesra kita yang diatur mereka

Kesangsian yang mengharap:

Leburnya dingin semalam

Dan sepi yang mencekam!

Ketidak-pastian yang diharap:

Timbulnya bunga-kasih

Pada malam-malam tersisih

.

Dan mengggelinjang amarah kita

Aku – Minyak

Kau – Api

Hangus terbakar bersama…

- Bukan salahku

- Bukan salahmu

- Bukan salah mereka

Keegoan kita, ya keegoan kita…!

Kesilapan teknik Maha Pencipta?

Bagaimana mungkin…?!

.

Ah, sudahlah, bisik hati kecilku mesra

Ya, sudahlah, pendek jawabmu terpaksa

Kerana antara kita

Nothing, really nothing to remember!

- aku tidak mahu mengingatkan kesombonganmu

- kau kuharap  pula akan melupakan keangkuhanku

- kau tercari-cari mana perginya hatimu…

- aku tercari-cari harga-diriku…

.

So, lets forget to remember

Or, shall we, remember to forget…?!

.

.

Telanai, 27 Julai 2002


SSS On-Line Tuition

26 Jun

I have created a new blog for SSS on-line tuition (please refer to my blogroll, ON_LINE TUITION). This is created specially for those PR’s residing outside Brunei who have plans to return to Brunei in the future, to this country, Abode of Peace, where they truly belong. This is not a profit making blog. Everybody is welcome. When I say everybody, it is truly for everybody.

My past and present (maybe future) students are always welcome to use this blog as means of communication/s between us, hoping that what they studied ‘earlier’ can be remembered forever.

To my future ‘distant learning’ on-line student/s – the system is made simple. Just click ON-LINE TUITION on ‘my’ blogroll, and goto the relevant section/s which interest you. I have posted some study materials in almost each of every section listed, namely: contoh soalan lepas (PASS PAPER); melayu islam beraja (MALAY ISLAMIC MONARCHY); kabinet (CABINET); peribahasa (PROVERBS); karangan (COMPOSITION), pemahaman (COMPREHENSION); and so on. I will add more sections in the near future. You can ask the question through the ‘comment’ column.

BUT, as a friendly reminder, do not politicize this blog. I can be very vocal at times. And, stupid questions will get stupid answers from me :)

I am looking foward to Wasabi (in Canada?), my on-line buddy during our stints in www.bruclass.forum many years ago. I would love to meet Joanna, FlyGuy, TryBru, X-Men, Siang Malam and Raven too. Majapahit has now become my nephew, through his marriage to my 1st. cousin’s daughter. I really missed ‘our’ sometimes ‘heated’ moments together. I also sincerely hope that Mr. Loh Mann Hoi (now in Perth, Australia), who used to be my section head in BSP’s SSU Procument Department, to be able to start his tuition here. I have sent him my ‘book’, but learning by simply reading through a book will always be not that easy.

I have been ‘assigned’ to help those unfortunate PR’s. This will be my 2 cents worth contribution to the country I love, Brunei Darussalam. I sincerey hope that more and more Bruneian PR’s will get their citizenship in the near future. We need YOU with the expertise you gain out there, to help us further developed our nation.

May Allah, God the Almighty give us the blessing. Let us move foward as ONE.

SALAM.

Sheikh Mansor aka JenGgo

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.